3 Detik
Zura
menatap bangku itu dengan tatapan kosong. Tempat dimana dia biasa menghabiskan
waktu luangnya di hari minggu dengan Rendy. Meskipun rumah mereka jauh dan
hanya sekedar membeli jagung bakar di pinggir jalan daerah puncak. Sudah satu
bulan semenjak kejadian itu. Rendy yang telah lulus SMA memutuskan untuk
meneruskan study nya ke kota kembang. Sedangakan zura? mau bagaimana lagi. Dia
masih kelas 3 SMA , mau melarang rendy untuk pergi pun tak bisa. Apa haknya?
toh dia hanya sekedar ‘teman baiknya’ saja. Walau sebenarnya, ada perasaan yang
berbeda. Cinta? mungkin. Tersadar dari lamunan karena kaget dengan suara bapak
penjual jagung bakar, Zura mengeluarkan uang 5000an dari kantongnya.
Dengan
mulut yang belepotan bumbu jagung, zura membuka akun yahoo-nya di laptop. Rendy
belum juga membalas e-mailnya. Satu menit kemudian.. “Haii zuraa chan :D “ ,
zura kaget melihat chat dari rendy. “Haii rendy, kemana aja kamu. Semenjak
disana jadi lupa nih yee sama aku”. “Maaf deh, aku sibuk persiapan buat ospek
nanti. Kamu kangen ya ,hahaha”. “Yee pede amat lu”. “Pede dikit nggakpapa kan
“. “Terserah deh ren. Kapan kelar ospeknya?” . “Kan baru mulai besok, mungkin
beberapa hari lagi”. “Bisa nggak kamu kesolo setelah ospek?”. “Ya aku usahain
deh . Tapi nggak janji ya”. “Oke ren . Makasih ya”. “Oke yura chan, eh aku off
dulu ya. Mau nganter mama belanja. bye”. “Bye ren, salam buat mama.” Yura
me-log out akun yahoo-nya.Mematikan laptop.
Yura
telah selesai mid semester. Dan berarti, sudah 2 minggu setelah rendy selesai
ospek. Yura membuka akun yahoo-nya setelah 2 minggu dianggurin. “Tidak ada
kabar apapun dari rendy. Apa mungkin rendy lupa?” gumam Yura. Yura iseng
mengetik apa yang dia rasakan .
Rendy,
apa kabar? Semoga kamu dan keluargamu selalu dalam lindungan-Nya. Bagaimana
dengan ospek mu? aku habis mid semester loh. Ren , kamu masih suka film Harry
Potter nggak? Udah liat Harry Potter 7 part 2 ? Kemaren aku liat di bioskop
sama Rio. Dia kangen loh sama kamu. Tuh adekku aja bisa kangen apalagi
aku?hehehe. Ren, andai aku berani bilang sama kamu. Kamu tahu? aku rindu semua
tentang kita. Asik nya kita, uniknya kita, semua hal yang kita pernah lakuin.
Kamu
masih inget waktu pertama kali kita ke puncak? saking asiknya kita foto foto di
kebun teh , kita sampai waktu. Kamu tau nggak ren? aku kadang melakukan hal hal
yang ‘gila’ hanya untuk sekedar liat kamu . Aku setiap hari naik bus jam
setengah tujuh, dan duduk di bangku paling depan. Tau nggak? itu ku lakukan
karna pengen liat kamu ren. Walaupun sekedar melihatmu lewat di jalan. Jarak
rumah kita yang jauhnya hampir 20km itu kadang membuatku sebal. Andai rumah
kita dekat. Tapi Tuhan memang Maha Adil. Walaupun rumah kita jauh, setidaknya
arah rumahmu ke sekolahmu dan rumahku ke sekolahku berlainan arah. Jadi ,aku
masih bisa liat kamu dijalan ,kalau lagi beruntung. Pulangnya, nggak jauh beda.
Aku menunggu bus di halte sampai pukul 4 sore, sampai kamu lewat. Kalau lagi
beruntung lagi, aku bisa liat kamu. Kalau tidak? yah Cuma bisa berharap semoga
besok aku bisa liat kamu.
Malam
harinya, tau kalau kamu lagi nggak ada PR itu hal yang cukup menyenangkan
bagiku. Karna itu berarti kamu punya waktu luang buat sms aku walau hanya
sekedar menanyakan “Yuraa lagi ngapain?Gimana tadi sekolahnya?” . Kalau kamu
ada PR? Jangankan sms , ingatpun mungkin tidak. Dan yang ku lakukan waktu kamu
lagi ada PR, kalo nggak kepoin facebook sama twittermu ya kepoin facebooknya
adikmu. Nah lo, adeknya aja aku kepo apalagi kakaknya, hihi.
Kamu
tahu? hal hal kecil yang menurutmu nggak ada artinya itu bisa jadi sangat
berari di kehidupan orang yang mengagumimu lho. Kalimat “semua orang bisa
membuatmu bahagia, namun hanya orang yang special lah yang bisa membuatmu
bahagia tanpa melakukan apapun” itu mungkin benar. Dan yang pasti ,menurutku
itu kamu. Mengingatmu saja sudah membuatku teramat bahagia. Aku belajar banyak
hal darimu. Sebetulnya aku sedikit malu mengatakan ini karna mungkin aku lancang
, tapi kurasa kamu perlu tau semua ini. Em, baiklah akan ku katakan. Diam-diam
aku meniru tingkahmu, dan itu memang benar-benar ku lakukan. Hasilnya? Cukup
memuaskan lho. Kamu tahu ren? kurang lebih tiga detik aku melihatmu di jalan
setiap berangkat dan pulang sekolah, meniru sikapmu, dan semua hal gila lainnya
yang aku lakukan diam-diam itu kini udah nggak ada lagi. Dulu, aku berusaha
nggak nolak waktu kamu pengen ke puncak atau kemanapun di hari libur. Walaupun
hanya sekedar beli jagung bakar. Karna hanya ketika libur saja aku bisa
melihatmu sepuas hatiku. Sekarang? hari liburku membosankan. Setiap berangkat sekolah
rasanya ada yang kurang. 3 detik ku nggak ada lagi. Aku rindu ren. Aku rindu
momen 3 detikku. Aku rindu jagung bakar ku. Dan aku... merindukanmu... Setelah
mengetahui semua hal gila ini , kamu akan pulang atau malah menjauhiku?
Yura
selesai mengetik isi hatinya. Menyimpannya di konsep. Padahal sudah di
cantumkan e-mail milik rendy. Hanya tinggal mengeklik ‘kirim’. Namun, Yura
bimbang. Yura ingin rendy tau semuanya, tapi ia juga takut kalau rendy justru
jadi membencinya. Yura membuka konsep. Membaca semuanya sekali lagi. Dan, entah
karena apa , Yura mengeklik tanda ‘kirim’. Semenit kemudian, Yura tersadar . “Astaga
apa yang telah kulakukan” Yura kaget.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar