Selasa, 18 November 2014

3 DETIK


3 Detik
          Zura menatap bangku itu dengan tatapan kosong. Tempat dimana dia biasa menghabiskan waktu luangnya di hari minggu dengan Rendy. Meskipun rumah mereka jauh dan hanya sekedar membeli jagung bakar di pinggir jalan daerah puncak. Sudah satu bulan semenjak kejadian itu. Rendy yang telah lulus SMA memutuskan untuk meneruskan study nya ke kota kembang. Sedangakan zura? mau bagaimana lagi. Dia masih kelas 3 SMA , mau melarang rendy untuk pergi pun tak bisa. Apa haknya? toh dia hanya sekedar ‘teman baiknya’ saja. Walau sebenarnya, ada perasaan yang berbeda. Cinta? mungkin. Tersadar dari lamunan karena kaget dengan suara bapak penjual jagung bakar, Zura mengeluarkan uang 5000an dari kantongnya.
          Dengan mulut yang belepotan bumbu jagung, zura membuka akun yahoo-nya di laptop. Rendy belum juga membalas e-mailnya. Satu menit kemudian.. “Haii zuraa chan :D “ , zura kaget melihat chat dari rendy. “Haii rendy, kemana aja kamu. Semenjak disana jadi lupa nih yee sama aku”. “Maaf deh, aku sibuk persiapan buat ospek nanti. Kamu kangen ya ,hahaha”. “Yee pede amat lu”. “Pede dikit nggakpapa kan “. “Terserah deh ren. Kapan kelar ospeknya?” . “Kan baru mulai besok, mungkin beberapa hari lagi”. “Bisa nggak kamu kesolo setelah ospek?”. “Ya aku usahain deh . Tapi nggak janji ya”. “Oke ren . Makasih ya”. “Oke yura chan, eh aku off dulu ya. Mau nganter mama belanja. bye”. “Bye ren, salam buat mama.” Yura me-log out akun yahoo-nya.Mematikan laptop.
          Yura telah selesai mid semester. Dan berarti, sudah 2 minggu setelah rendy selesai ospek. Yura membuka akun yahoo-nya setelah 2 minggu dianggurin. “Tidak ada kabar apapun dari rendy. Apa mungkin rendy lupa?” gumam Yura. Yura iseng mengetik apa yang dia rasakan .
Rendy, apa kabar? Semoga kamu dan keluargamu selalu dalam lindungan-Nya. Bagaimana dengan ospek mu? aku habis mid semester loh. Ren , kamu masih suka film Harry Potter nggak? Udah liat Harry Potter 7 part 2 ? Kemaren aku liat di bioskop sama Rio. Dia kangen loh sama kamu. Tuh adekku aja bisa kangen apalagi aku?hehehe. Ren, andai aku berani bilang sama kamu. Kamu tahu? aku rindu semua tentang kita. Asik nya kita, uniknya kita, semua hal yang kita pernah lakuin.
Kamu masih inget waktu pertama kali kita ke puncak? saking asiknya kita foto foto di kebun teh , kita sampai waktu. Kamu tau nggak ren? aku kadang melakukan hal hal yang ‘gila’ hanya untuk sekedar liat kamu . Aku setiap hari naik bus jam setengah tujuh, dan duduk di bangku paling depan. Tau nggak? itu ku lakukan karna pengen liat kamu ren. Walaupun sekedar melihatmu lewat di jalan. Jarak rumah kita yang jauhnya hampir 20km itu kadang membuatku sebal. Andai rumah kita dekat. Tapi Tuhan memang Maha Adil. Walaupun rumah kita jauh, setidaknya arah rumahmu ke sekolahmu dan rumahku ke sekolahku berlainan arah. Jadi ,aku masih bisa liat kamu dijalan ,kalau lagi beruntung. Pulangnya, nggak jauh beda. Aku menunggu bus di halte sampai pukul 4 sore, sampai kamu lewat. Kalau lagi beruntung lagi, aku bisa liat kamu. Kalau tidak? yah Cuma bisa berharap semoga besok aku bisa liat kamu. 
Malam harinya, tau kalau kamu lagi nggak ada PR itu hal yang cukup menyenangkan bagiku. Karna itu berarti kamu punya waktu luang buat sms aku walau hanya sekedar menanyakan “Yuraa lagi ngapain?Gimana tadi sekolahnya?” . Kalau kamu ada PR? Jangankan sms , ingatpun mungkin tidak. Dan yang ku lakukan waktu kamu lagi ada PR, kalo nggak kepoin facebook sama twittermu ya kepoin facebooknya adikmu. Nah lo, adeknya aja aku kepo apalagi kakaknya, hihi.
Kamu tahu? hal hal kecil yang menurutmu nggak ada artinya itu bisa jadi sangat berari di kehidupan orang yang mengagumimu lho. Kalimat “semua orang bisa membuatmu bahagia, namun hanya orang yang special lah yang bisa membuatmu bahagia tanpa melakukan apapun” itu mungkin benar. Dan yang pasti ,menurutku itu kamu. Mengingatmu saja sudah membuatku teramat bahagia. Aku belajar banyak hal darimu. Sebetulnya aku sedikit malu mengatakan ini karna mungkin aku lancang , tapi kurasa kamu perlu tau semua ini. Em, baiklah akan ku katakan. Diam-diam aku meniru tingkahmu, dan itu memang benar-benar ku lakukan. Hasilnya? Cukup memuaskan lho. Kamu tahu ren? kurang lebih tiga detik aku melihatmu di jalan setiap berangkat dan pulang sekolah, meniru sikapmu, dan semua hal gila lainnya yang aku lakukan diam-diam itu kini udah nggak ada lagi. Dulu, aku berusaha nggak nolak waktu kamu pengen ke puncak atau kemanapun di hari libur. Walaupun hanya sekedar beli jagung bakar. Karna hanya ketika libur saja aku bisa melihatmu sepuas hatiku. Sekarang? hari liburku membosankan. Setiap berangkat sekolah rasanya ada yang kurang. 3 detik ku nggak ada lagi. Aku rindu ren. Aku rindu momen 3 detikku. Aku rindu jagung bakar ku. Dan aku... merindukanmu... Setelah mengetahui semua hal gila ini , kamu akan pulang atau malah menjauhiku?
Yura selesai mengetik isi hatinya. Menyimpannya di konsep. Padahal sudah di cantumkan e-mail milik rendy. Hanya tinggal mengeklik ‘kirim’. Namun, Yura bimbang. Yura ingin rendy tau semuanya, tapi ia juga takut kalau rendy justru jadi membencinya. Yura membuka konsep. Membaca semuanya sekali lagi. Dan, entah karena apa , Yura mengeklik tanda ‘kirim’. Semenit kemudian, Yura tersadar . “Astaga apa yang telah kulakukan” Yura kaget.